Minggu, 02 Agustus 2015

Lanjutan ( Alyn)



Alyn mencoba mengambil nafas diam-diam dan memejamkan mata, berusaha untuk tidak meneteskan air mata. Kepalan tangannya yang semakin kuat coba dia sembunyikan dibalik kerudung yang terurai panjang sampai pinggang.
Alyn mencoba tegar untuk melangkah menyusuri ruko ruko yang berjejer memenuhi jalan, dia terdiam disebuah halte bis yang tidak disinari dengan sempurna. Tengah malam sendiri, dia harus pulang tanpa daniel, setelah daniel marah besar  kepada alyn. Pembicaraan mereka akhir-akhir ini hanya berujung pertengkaran. Pertanyaan alyn tentang wanita itu, pesan-pesan singkat dari orang yang tidak dikenal, dan foto daniel bersama teman wanitanya yang dia akui wanita itu adalah satu-satunya anggota team dalam project  daniel sekarang. Alyn tak dapat banyak penjelasan dari daniel, alyn terlihat seperti seorang wartawan yang selalu memburu daniel, dan daniel hanya mengacuhkan alyn dan menganggap alyn telah berlebihan.
Alyn akhirnya tak kuasa menahan air matanya. Dia baru menyadari selama empat tahun ini dia tidak mengetahui apa-apa tentang daniel. Alyn hanya melihat daniel sebagai seorang lelaki yang mampu meluluhkan hatinya, yang berjuang mati-matian dengan segala penolakan dari alyn, sampai akhirnya alyn sudah begitu banyak menaruh harapan kepada daniel.tapi dia seperti tengah mempermainkan hati wanita yang tulus seperti alyn.
bersamung

Tidak ada komentar:

Posting Komentar